Saat mendirikan perusahaan, banyak orang lebih dulu memikirkan nama usaha, modal, kqantor, hingga strategi pemasaran. Padahal, ada bagian legalitas yang menjadi dasar penting dalam pembentukan badan usaha, yaitu akta perusahaan.
Bagi perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas atau PT, akta pendirian bukan sekadar dokumen formal. Akta tersebut memuat ketentuan penting mengenai pendirian perusahaan, termasuk anggaran dasar dan berbagai keterangan yang berkaitan dengan perusahaan. Ditjen AHU juga mencantumkan akta pendirian sebagai salah satu persyaratan dalam proses pendirian PT.
Baca Juga : Jasa Pengurusan PKKPR Resmi Pemerintah Republik Indonesia
Tidak sedikit calon pengusaha yang masih menganggap akta perusahaan sama dengan dokumen izin usaha. Padahal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda. Akta berkaitan dengan pembentukan dan struktur badan usaha, sedangkan perizinan usaha berkaitan dengan kegiatan bisnis yang dijalankan.
Perbedaan tersebut penting dipahami sejak awal karena legalitas perusahaan biasanya terdiri dari beberapa dokumen yang saling berkaitan.
Lalu, sebenarnya apa itu akta perusahaan? Apa saja isi di dalamnya? Siapa yang dapat membuatnya? Dan bagaimana proses mengurus akta perusahaan sampai perusahaan mendapatkan pengesahan badan hukum?
Mari pahami satu per satu agar proses pendirian perusahaan tidak berhenti hanya pada pembuatan dokumen, tetapi benar-benar memiliki dasar legalitas yang jelas.
Apa Itu Akta Perusahaan?
Istilah akta perusahaan umumnya digunakan untuk menyebut dokumen resmi yang berkaitan dengan pendirian atau perubahan suatu badan usaha. Dalam konteks PT, salah satu dokumen utamanya adalah akta pendirian yang dibuat oleh notaris.
Ditjen AHU menjelaskan bahwa pendirian PT melibatkan pembuatan akta pendirian yang memuat anggaran dasar dan keterangan lain yang berkaitan dengan pendirian perseroan.
Karena itu, akta perusahaan tidak hanya berisi nama perusahaan. Di dalamnya terdapat informasi dan ketentuan yang menjadi dasar bagaimana perusahaan tersebut didirikan dan menjalankan struktur organisasinya.
Dalam sebuah PT, misalnya, terdapat informasi mengenai nama dan kedudukan perseroan, maksud dan tujuan serta kegiatan usaha, modal dan saham, susunan organ perseroan, serta ketentuan lain yang dibutuhkan sesuai peraturan yang berlaku.
Perlu dibedakan juga antara akta pendirian dan dokumen pengesahan badan hukum.
Akta merupakan dokumen yang dibuat oleh notaris, sedangkan pengesahan badan hukum dilakukan melalui sistem administrasi badan hukum kepada Menteri. AHU menjelaskan bahwa permohonan pendirian PT dilakukan melalui notaris dan sistem SABH, kemudian akta pendirian diunggah dalam proses tersebut.
Jadi, ketika seseorang mengatakan ingin membuat akta perusahaan, prosesnya sebenarnya merupakan bagian dari rangkaian pendirian badan usaha yang lebih luas.
Apa Fungsi Akta Perusahaan bagi Sebuah Bisnis?
Akta perusahaan memiliki fungsi penting karena menjadi dasar tertulis mengenai pendirian dan struktur badan usaha.
Bagi PT, akta pendirian dapat menjadi dokumen yang menjelaskan siapa saja pihak yang mendirikan perusahaan, bagaimana struktur kepemilikan sahamnya, siapa yang menjalankan perusahaan, serta bagaimana ketentuan dasar perusahaan ditetapkan.
Dokumen tersebut juga menjadi bagian dari proses administrasi untuk mendapatkan pengesahan badan hukum.
Ditjen AHU mencantumkan bahwa layanan Perseroan Terbatas meliputi pendirian atau pengesahan, perubahan, pembubaran, penggabungan, akuisisi, dan peleburan. Artinya, dokumen perusahaan tidak berhenti ketika PT pertama kali didirikan. Perubahan tertentu di kemudian hari juga dapat membutuhkan proses hukum dan administrasi melalui notaris serta AHU.
Hal ini penting bagi pemilik bisnis yang ingin mengembangkan perusahaan dalam jangka panjang.
Misalnya, perusahaan mengalami perubahan pemegang saham, perubahan modal, perubahan anggaran dasar, perubahan nama, atau perubahan data tertentu. Dalam kondisi tersebut, dokumen perusahaan perlu disesuaikan dengan perubahan yang terjadi.
Dengan demikian, akta perusahaan dapat dipandang sebagai salah satu fondasi administrasi dan legalitas badan usaha.
Semakin rapi dokumen sejak awal, semakin mudah pula perusahaan melakukan berbagai proses administratif ketika bisnis berkembang.
Apa Saja Isi Akta Perusahaan?
Isi akta perusahaan dapat berbeda bergantung pada jenis dokumen dan tindakan hukum yang dilakukan. Untuk akta pendirian PT, informasi yang dimuat berkaitan dengan pendirian perseroan dan anggaran dasarnya.
Dalam proses pendirian PT melalui AHU, data yang perlu dimasukkan antara lain nama perseroan, singkatan perseroan, jenis perseroan, NPWP apabila tersedia, jangka waktu perseroan, serta kedudukan atau alamat perseroan.
Selain itu, akta pendirian juga berkaitan dengan ketentuan mengenai struktur perusahaan.
Beberapa informasi yang umumnya menjadi bagian penting antara lain:
- Nama dan kedudukan perseroan.
- Maksud dan tujuan serta kegiatan usaha.
- Ketentuan mengenai modal dasar.
- Jumlah saham dan nilai nominal saham.
- Data pendiri atau pemegang saham.
- Susunan Direksi dan Dewan Komisaris.
- Ketentuan mengenai Rapat Umum Pemegang Saham.
- Ketentuan lain dalam anggaran dasar perusahaan.
Namun, daftar tersebut bukan berarti seluruh akta perusahaan memiliki format dan isi yang identik.
Kebutuhan dokumen dapat berubah berdasarkan jenis perseroan, struktur kepemilikan, kegiatan usaha, serta tindakan hukum yang dilakukan.
Karena itu, penyusunan akta sebaiknya dilakukan dengan memperhatikan kondisi perusahaan yang sebenarnya. Data yang tidak sesuai sejak awal dapat menimbulkan masalah ketika perusahaan melakukan pengurusan legalitas lain di kemudian hari.
Siapa yang Membuat Akta Perusahaan?
Akta perusahaan untuk pendirian PT dibuat oleh notaris.
Peran notaris bukan hanya membuat dokumen, tetapi juga membantu menuangkan kesepakatan dan informasi mengenai pendirian perusahaan ke dalam bentuk akta sesuai ketentuan hukum.
Dalam sistem AHU, permohonan pendirian badan hukum PT dilakukan melalui notaris. Prosesnya mencakup pemesanan nama perseroan, pengisian data perusahaan, pratinjau data, pengunggahan akta pendirian, hingga pencetakan Surat Keputusan oleh notaris.
Karena itu, calon pemilik perusahaan perlu menyiapkan data dengan baik sebelum proses pembuatan akta dimulai.
Beberapa informasi yang sebaiknya sudah dipersiapkan antara lain identitas pendiri, pilihan nama perusahaan, alamat perusahaan, bidang kegiatan usaha, struktur kepemilikan saham, modal, serta calon Direksi dan Komisaris sesuai bentuk badan usaha yang akan didirikan.
Persiapan ini dapat membuat proses konsultasi dengan notaris menjadi lebih efektif.
Selain itu, calon pendiri juga perlu memastikan bidang usaha yang dipilih sesuai dengan kegiatan bisnis yang memang akan dijalankan. Kesalahan menentukan kegiatan usaha sejak awal dapat membuat perusahaan perlu melakukan penyesuaian ketika akan mengurus perizinan atau mengembangkan kegiatan bisnisnya.
Bagaimana Cara Mengurus Akta Perusahaan?
Secara umum, proses mengurus akta perusahaan untuk pendirian PT dimulai dengan mempersiapkan data dan menentukan notaris yang akan membantu proses pendirian.
Setelah itu, notaris melakukan proses pengecekan dan pemesanan nama perusahaan melalui sistem AHU. Dalam panduan AHU, nama perseroan menjadi bagian dari rangkaian pendirian PT dan perlu diperiksa sebelum proses pendirian dilanjutkan.
Setelah nama dan data perseroan disiapkan, proses dilanjutkan dengan penyusunan akta pendirian.
Data yang dimasukkan ke sistem kemudian perlu diperiksa kembali melalui tahap pratinjau. AHU menyediakan tahap tersebut untuk memastikan data yang dimasukkan sudah sesuai sebelum proses dilanjutkan.
Gambaran sederhananya dapat dipahami seperti berikut:
Persiapan data perusahaan → pemilihan notaris → pengecekan dan pemesanan nama → penyusunan akta → pemeriksaan data → pengajuan melalui sistem AHU → pengesahan badan hukum → dokumen perusahaan.
Dalam proses tersebut, akta pendirian kemudian diunggah melalui sistem administrasi badan hukum. Setelah proses selesai, notaris dapat mencetak Surat Keputusan mengenai pengesahan pendirian Perseroan Terbatas.
Perlu dicatat bahwa akta perusahaan dan pengesahan badan hukum bukan dua hal yang sama.
Akta merupakan bagian dari dokumen pendirian, sementara pengesahan badan hukum merupakan proses yang memberikan status badan hukum kepada PT sesuai mekanisme yang berlaku.
Apa yang Perlu Disiapkan Sebelum Membuat Akta Perusahaan?
Supaya proses pembuatan akta perusahaan tidak bolak-balik karena data belum siap, calon pendiri sebaiknya mengumpulkan informasi utama sebelum berkonsultasi dengan notaris.
Data tersebut dapat mencakup:
- Identitas para pendiri atau pemegang saham.
- Nama perusahaan yang diinginkan.
- Alamat dan kedudukan perusahaan.
- Maksud dan tujuan perusahaan.
- Bidang usaha yang akan dijalankan.
- Struktur modal dan kepemilikan saham.
- Data Direksi.
- Data Dewan Komisaris.
- Nomor pajak apabila sudah tersedia.
- Informasi pemilik manfaat atau Beneficial Owner apabila sudah dapat ditentukan.
Dalam panduan AHU, data Pemilik Manfaat atau Beneficial Owner juga menjadi bagian yang perlu diisi apabila sudah dapat ditentukan.
Selain itu, calon pendiri sebaiknya tidak sekadar memilih nama perusahaan berdasarkan keinginan pribadi. Nama perusahaan tetap harus mengikuti ketentuan yang berlaku dan melalui proses pengecekan dalam sistem AHU.
Persiapan juga perlu dilakukan pada bagian bidang usaha.
Pastikan kegiatan yang dicantumkan benar-benar menggambarkan rencana bisnis perusahaan. Hal ini akan membantu ketika perusahaan melanjutkan proses legalitas dan perizinan usaha setelah badan hukum terbentuk.
Dengan persiapan yang matang, pembuatan akta perusahaan dapat berjalan lebih terarah dan risiko kesalahan data dapat diminimalkan.
Pada akhirnya, memahami akta perusahaan sejak awal akan membuat proses pendirian bisnis terasa jauh lebih jelas. Anda tidak hanya mengetahui dokumen apa yang harus dibuat, tetapi juga memahami bagaimana akta tersebut terhubung dengan pengesahan badan hukum dan legalitas perusahaan secara keseluruhan.
Baca Juga : Jasa Perizinan Bangunan Terverifikasi Resmi
